KEBUTUHAN GIZI PENGARUHI KECERDASAN ANAK

   





     Penelitian membuktikan ada keterkaitan antara tubuh pendek dan tingkat kecerdasan.Bila sejak awal sudah tidak ada keseimbangan berat dan tinggi badan, maka akanberpengaruh pada pembentukan otak. Karena itu, kebutuhan gizi bayi sejak janin sampai usia lima tahun harus terpenuhi secara baik. Anak yang perkembangannya sangat lambat disebabkan olehpembentukan otak maupun tubuhnya tidak baik akibat gizinya buruk. "Berarti hal palingpenting adalah pemenuhan gizi bayi sejak dalam kandungan sampai berusia lima tahun,dan bila tidak terpenuhi, pertumbuhan otak dan tubuhnya tidak bagus.
 
     Anak dengan tubuh pendek, berarti status gizi pada masa lalunya sudah kronis.Namun begitu, lanjutnya, sampai usia 18 tahun pun asupan gizi masih penting untukpertumbuhan fisik anak. Jadi jika tubuh seseorang kurus, hal ini dipengaruhi olehkeadaan gizi pada saat itu. Dikenal beberapa pembagian periode usia perkembangan anak, antara lain ; 

1. Bayi baru lahir ( newborn) usia 0-4 minggu 
2. Bayi usia 4 minggu – 1 tahun 
3. Toddler usia 1- 3 tahun 
4. Prasekolah usia 4-6 tahun 
5. Anak usia sekolah usia 6-12 tahun
6. Remaja ( adolescent ) usia 13-20 tahun 

    Dalam perkembangan bayi dikenal 3 kelompok perkembangan yang saling mempengaruhi dan berkaitan, yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif dan perkembangan emosional. Perkembangan kognitif ini yang dimaksut dengan perkembangan kecerdasan anak, peran gizi dalam perkembangan kercerdasan anak sangat penting khususnya dalam 1000 hari pertaman kehidupan anak ( sampai usia 2 tahun ). Perkembangan optimal perlu didahului oleh terjadinya pertumbuhan otak bayi yang optimal. Pertumbuhan otak bayi berlangsung dengan cepat pada saat dalam kandungan sampai tahun-tahun pertama kehidupan bayi. Pada saat ini, zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak harus terpebuhi dengan memadai. Ini berarti untuk perkembangan kecerdasan onak yang paling penting adalah terpenuhinya kebutuhan makan saat ibuhamil dan menyusui dan bayi tahun pertama.

 Lalu, apa saja sih nutrisi untuk otak yang diperlukan si kecil? Ini dia daftar zat gizi yang harus dipenuhi untuk memperkuat fungsi otak anak. 

1. Asam 
    lemak baik Ada beberapa jenis lemak yang bisa ditemukan dalam berbagai sumber pangan. Misalnya lemak baik dan lemak jahat. Lemak baik, yaitu lemak tak jenuh, dibutuhkan untuk membangun jaringan-jaringan dan saraf otak. Maka, tingkatkan asupan asam lemak baik buat anak, salah satunya lewat asam lemak omega-3. Moms bisa mendapatkan asam lemak omega-3 dari ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. 

2. Protein
    Protein menghasilkan asam amino dalam tubuh. Asam ini berguna bagi pembentukan otak. Selain itu,     protein juga melindungi otak dari gangguan atau kerusakan. Protein bisa didapatkan dari telur, daging ayam, daging sapi, makanan laut, kacang kedelai, dan yogurt. Namun, batasi konsumsi produk-produk makanan kemasan atau makanan cepat saji seperti sosis atau ayam goreng tepung. 

3. Vitamin E 
     Jenis vitamin yang satu ini memiliki peran yang penting untuk merawat kesehatan otak. Pasalnya, vitamin E bertanggung jawab untuk menjaga fungsi sel-sel otak serta memperbaiki kalau ada sel yang rusak. Vitamin E juga menjadi sumber antioksidan yang mampu mencegah kerusakan otak akibat radikal bebas. Sumber vitamin E antara lain kuaci, kacang tanah, jagung, dan bubur gandum (oatmeal). 

4. Karbohidrat 
    Karbohidrat mengandung glukosa yang berguna untuk menjalankan fungsi otak. Selain itu, zat gizi penting ini juga bisa menjaga kesehatan saraf-saraf dalam otak. Untuk itu, pastikan anak mendapat sumber karbohidrat yang cukup. Sumbernya antara lain nasi putih, nasi merah, mi, pasta, roti, ubi, kentang, jagung, dan susu. Ingat, makanan untuk si kecil yang mengandung karbohidrat tidak perlu berlebihan porsinya. 

5. Vitamin C 
    Vitamin serba guna yang satu ini punya fungsi meningkatkan daya ingat, mempertajam kemampuan berpikir, dan mencegah penyakit yang mungkin menyerang bagian otak. Vitamin C juga relatif mudah ditemukan dalam berbagai jenis makanan, terutama buah dan sayuran. Tingkatkan asupanvitamin C anak lewat buah stroberi, jambu, tomat, dan jeruk. Moms juga bisa menyediakan vitamin ini lewat sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan sawi.

Komentar

  1. Bagaimana dengan faktor genetik, apakah juga akan mempengaruhi perkembangan anak?

    BalasHapus

Posting Komentar